FRIC Turut Berduka Cita Gugurnya Putra Terbaik Bhayangkara Aipda Yudhie Perdana Putra Saat Bertugas*

banner 468x60

BUSEREKSPOSE. COM // – Jakarta – 03 Juli 2026, lanjutkan Pemberita’anKk.com.Jakarta – Keluarga Besar Fast Respon Indonesia Center Se-nusantara turut berduka cita atas Gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra S.Sos,MAP seorang Putra Terbaik Bhayangkara gugur saat menjalankan tugas. Almarhum bertugas sebagai Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan Polda Kalimantan Tengah (03/07/2026)

Kejadian saat Tim Satnarkoba Polres Katingan

banner 336x280

melakukan penggerebekan terkait kasus Narkoba, menindaklanjuti informasi dari masyarakat pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2026, bahwa peredaran Narkotik jenis Sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Berdasarkan informasi tersebut Kasat Resnarkoba Polres Katingan memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan, setelah dilakukan penyelidikan diketahui bahwa pengedar Narkotika jenis Sabu bernama BIO yang merupakan residivis kasus Narkotika jenis Sabu. Pukul 21.00 Kasat Resnarkoba bersama anggota berangkat menuju Desa Tumbang Kalemei, kemudian pada pukul 00.30 WIB tiba di Desa Kalemei. Anggota dibagi menjadi 2 tim, tim 1 mendatangi rumah TO sebanyak 9 orang dipimpin Kasat Resnarkoba, tim 2 standby di SMPN sebanyak 3 orang. Setibanya tim 1 di rumah TO anggota Satresnarkoba memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan kerumah tersebut, dan TO ( BIO) berhasil diamankan oleh Aipda Yudhie, namun seorang laki – laki dari arah dapur membawa sebilah parang yang diarahkan kepada salah satu anggota Briptu Dedi, namun berhasil menangkap tangan laki – laki yang membawa parang dan dibantu oleh bripda ferdy.

Kemudian 2 orang laki – laki muncul dari arah kamar dan membawa sebilah parang (tidak menggunakan baju dan menggunakan baju berwarna biru) yang mengayunkan parang ke arah Kasat Resnarkoba Polres Katingan, melihat hal tersebut Aiptu Sumariyanto melalukan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan dan masih melakukan perlawanan sehingga aiptu sumariyanto melepaskan tembakan untuk melumpuhkan yang menyebabkan korban tergeletak di depan pintu.

Mengetahui hal tersebut keluarga korban histeris menangis yg menyebabkan keluarga dan tetangga keluar rumah membawa parang dan senjata api rakitan.

Mengetahui hal tersebut anggota Satresnarkoba mencoba mengamankan diri dari amukan masa. yg mana anggota sudah meminta bantuan penebalan personel ke Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Tim 1 sempat bersembunyi dan mengamankan diri ke sebuah pulau kecil ditengah sungai dan Kasat Resnarkoba terjun langsung kesungai, namun pihak keluarga dan warga di desa tersebut tetap melakukan perlawanan dengan menembak menggunakan senjata rakitan.

Saat mengamankan diri di pulau Bripka Jhon Trio dan Bripda Nopandri menghibungi Brigpol Ika (Tim 2) untuk meminta tolong mencari pertolongan ke Polsek Katingan Tengah sementara Kasat Resnarkoba menghubungi Kapolres Katingan untuk meminta pertolongan.

Kemudian tim 2 segera bergerak menuju Polsek Katingan Tengah menggunakan R4 namun sempat dikejar oleh mobil SRV silver namun hanya berteriak, kemudian tim 2 kembali dihadang oleh beberapa orang yang membawa senjata api rakitan, balok besar dan parang, namun TIM 2 berhasil melarikan diri dan sampai di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara TIM 1 semakin terdesak dan mencoba melarikan diri dari pulau dengan berenang

Sampai dengan saat ini anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang berhasil dievakuasi oleh Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah sebanyak 9 orang, sedangkan 1 orang atas nama Aipda Yudhie ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah lanting.

Sedangkan 2 anggota atas nama Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana belum diketahui keberadaannya.

Lanjut
(Team)

banner 336x280