BUSEREKSPOSE.COM// – Dari Informasi KBRI BERN yang mengumumkan Bahwa Kepolisian Kanton dan juga dari Media Swiss, 20min melaporkan bahwa anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril sudah ditemukan.
Dalam beritanya mengatakan :
Seorang pria tak bernyawa ditemukan di dalam air di bendungan Engehalde di Bern pada Rabu pagi.
Spesialis dari polisi maritim dari polisi cantonal Bern dapat menemukan mayat di baskom bendung dan kemudian menyelamatkannya.
“Hanya dapat ditentukan bahwa pria itu sudah meninggal” lapor polisi kanton Bern.
Dari hasil pemeriksaan forensik, diketahui bahwa korban tewas adalah WNI yang hilang di Aare sejak 26 Mei 2022.
Pria berusia 23 tahun itu pergi berenang di sungai dan mengalami keadaan darurat. Dia tenggelam akibat kecelakaan ini. Almarhum adalah putra Gubernur Indonesia Ridwan Kamil.
Sejak pria itu hilang, tindakan pencarian intensif telah dilakukan, seperti yang ditulis Kapo:
“Baik di darat maupun dari air, banyak layanan darurat mencari orang yang hilang itu.” Antara lain, drone, perahu, penyelam, dan anjing polisi digunakan.
Mereka melaporkan bahwa Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 23 tahun ditemukan tewas di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss.
“Seorang pria tak bernyawa ditemukan di dalam air di bendung Engehalde di Bern pada Rabu, 8 Juni 2022 pagi,” ucap 20min.
Media tersebut menuturkan bahwa pihak spesialis dari polisi maritim dan polisi Kanton Bern menemukan Eril di cekungan luapan bendung.
Tim SAR gabungan tersebut kemudian melakukan penyelamatan dan mengevakuasi jasad yang dilaporkan merupakan Eril.
“Hanya dapat dipastikan bahwa pria itu sudah menginggal ” kata polisi kanton Bern.
Pria berusia 23 tahun tersebut dilaporkan pergi berenang di sungai Aare dan mengalami keadaan darurat.
“Dia tenggelam akibat kecelakaan ini,” ucap 20min.
“Almarhum merupakan putra gubernur Indonesia Ridwan Kamil,” ujarnya menambahkan.
Sejak Eril dinyatakan hilang, langkah-langkah pencarian intensif telah dilakukan, seperti diungkap beberapa laporan.
“Baik di darat maupun di air, banyak layanan darurat mencari orang yang hilang,” pungkas Kapo.
(RED)




















