Lebih kurang 300 ruang belajar (rumbel) sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Muaro Jambi rusak

banner 468x60

Muaro Jambi – Ruang belajar yang rusak tersebut terdapat di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.

 

banner 336x280

Ruang belajar yang disebut mayoritas sekolah tua yang terbuat dari papan. Bahkan ada usianya yang mencapai puluhan tahun.

 

Kepala Dinas Pendidikan Muaro Jambi Firdaus mengatakan, sebagian sekolah yang rusak sudah diperbaiki.Bahkan, pada 2022 ini pihaknya sudah memperbaiki 38 sekolah dasar 13 ruang belajar untuk SMP.

 

“Jumlah ruang belajar yang kita lihat pada tahun 2022 ini sebanyak 51 ruang belajar,” katanya.

 

Untuk di 2023 mendatang, ia juga akan memperbaiki puluhan ruang belajar. Mereka akan fokus kepada sekolah-sekolah yang terbuat dari papan.

 

 

Bahkan, dirinya menerbitkan di 2024 mendatang semua sekolah yang terbuat dari papan akan dipermanenkan.

 

“Ada beberapa satuan pendidikan kita yang dibangun pada tahun 80-an dengan menggunakan konstruksi kayu kondisinya saat ini juga sudah mulai kuatir. Insya Allah di tahun 2023 menjadi prioritas,” ungkapnya.Ratusan ruang belajar di Kabupaten Muaro Jambi mengalami rusak. Ruang belajar yang mengalami rusak tersebut berasal dari SD maupun SMP.

 

Menurut Firdaus, kerusakan ruang belajar tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi belum bisa memperbaikinya secara penuh.

 

Namun demikian, secara bertahap dinas pendidikan sudah melakukan upaya perbaikan namun hal itu belum sepenuhnya bisa diperbaiki.

 

“Melihat data dapodik, ada sekitar 300 ruang belajar yang dalam kondisi rusak sedang. Untuk SD dan SMP,” kata Firdaus.

 

Jika dirinci, kerusakan terbanyak terjadi pada sekolah dasar dengan angka sekitar 250-an sekolah. Sisanya adalah SMP.

 

Katanya, ratusan ruang belajar yang rusak tersebut menyebar di sekolah yang ada di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.

 

Ada yang satu sekolah mengalami 4 ruang belajar yang rusak bahkan ada yang lebih dari itu.

 

Bangunan sekolah yang rusak tersebut merupakan bangunan lama. Bahkan ada sekolah yang bangunan sejak tahun 80-an.

 

“Yang rusak parah itu bangunan lama. Ada beberapa sekolah yang dibangun pada tahun 1980an,” ungkapnya.

(Lisdiana)

banner 336x280