BUSEREKSPOSE.COM//PALEMBANG-Banyuasin_curah hujan yang tinggi serta naiknya permukaan air laut menjadi salah satu kendala bagi petani yang tinggal di daerah lahan pasang surut, belum lagi buruknya drainase serta pendangkalan sungai mengakibatkan banjir di areal persawahan. Pemerintah desa Upang cemara mengantisipasinya dengan mengajak peran serta masyarakat melakukan normalisasi jaringan sungai dengan cara swadaya serta program Dana Desa(DD) sebagai dana sumber dananya.
Saat di konfirmasi Kepala Desa Upang Cemara. Sopian, Senin (29/8) mengatakan Banjir akibat pendangkalan sungai di areal persawahan dusun 3 dan 4 menjadi kendala yang di hadapi warga di dua dusun tersebut. Oleh karenanya Pemerintah desa mengajak masyarakat untuk menormalisasi kembali sungai tersebut dengan cara swadaya dan Anggaran Dana Desa(DD)
“Dijelaskan Sopian, Normalisasi sungai tersebut sepanjang 4 km terbagi menjadi 2 tempat, Dusun 3 dan 4 sepanjang 2 Km, serta di wilayah Sungai Tempuling 2 Km. Hasilnya alhamdulillah warga sudah dapat merasakan manfaatnya. Selain sirkulasi air lancar, petanipun mendapat keuntungan lain dengan terbentuknya jalan usaha tani dari hasil penggalian sungai.” Di harapkan dengan kegiatan ini petani dapat meningkatkan hasil produksi padi dan dapat lebih sejahtera ke depan.
Saat di jumpai di kediamannya salah seorang perwakilan warga. Herman. (30) menuturkan bahwa saat ini dirinya merasakan manfaat dari normalisasi tersebut. Saat ini kebutuhan air di areal persawahan sudah dapat diatur, yang tadinya tergenang apabila hujan dan naiknya debit air akibat tingginya permukaan air dari sungai musi.diharapkan di musim tanam tahun ini hasil produksi tanaman padi dapat lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.” Tandasnya.
(HENDRA S)














