Silaturahmi Udin Pelor ke PK NTT, Angelinus: Langkah yang Sangat Baik demi Menjaga Kepri Kondusif 

banner 468x60

Buserekspose.com ll Batam Kehadiran Panglima Adat Gagak Hitam, Arba Udin atau yang akrap disapa Udin Pelor bersilaturahmi sekaligus memberikan klarifikasi di depan keluarga besar Perkumpulan Kekeluargaan Nusa Tenggara Timur (PK-NTT) Kota Batam, Selasa (14/3/2023) sore, di lantai 2 Hotel Seruni Batam, disambut positif oleh segenap Tokoh asal Indonesia Timur yang ada di Batam.15/3/23

banner 336x280

Penjelasan yang dimaksud adalah menyangkut kehadiran Udin Pelor di Mapolda Kepri beberapa waktu lalu, yang kemudian diiringi dengan munculnya pernyataan sikap yang mengatasnakan Forum Masyarakat Peduli Kepri. Dimana pada intinya terjawab bahwa selebaran yang berisikan pernyataan sikap tersebut bukan berasal dari tangan Udin Pelor melainkan dibagikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ke media yang hadir waktu itu.

Ketua Umum Perkumpulan Indonesia Timur (Perkit), Angelinus SH yang memimpin pertemuan tersebut memberikan apresiasi dan sekaligus menilai bahwa kehadiran Udin Pelor sebagai satu kehormatan dan kebanggaan bagi Keluarga Besar NTT yang ada di Batam dan Kepri.

Dan terlebih menurutnya, hal tersebut merupakan langkah kongkrit untuk menjaga kondusivitas Batam secara khusus, dan kondusivitas Kepri secara umum. Sebab menurutnya kehadiran tersebut memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya terkait polemik yang berkembang di lapangan beberapa hari terakhir.

“Ini langkah kongkrit menjaga Batam dan Kepri tetap kondusif, dan kedepan kita berharap tidak ada lagi berita-berita yang mengarah pada perpecahan, kita jaga bersama,” tegas Ketum Angelinus ke media di akhir pertemuan.

Apresiasi disampaikan juga ke Keluarga Besar PK-NTT, karena menurutnya semua yang hadir mampu menahan diri dan mengedepankan pikiran positif yang mencari solusi terbaik. Sehingga pertemuan berjalan lancar dan memberikan penjelasan ke semua pihak.

Sementara itu, Panglima Gagak Hitam, Udin Pelor menegaskan bahwa selebaran yang berisikan 7 butir pernyataan sikap yang kemudian dikutip oleh media dan tersebar di pemberitaan bukan buatan dia, apalagi menyebarkan ke media, hal tersebut bisa dibuktikan dengan tidak adanya tantangan dan setempel dari organisasinya.

Selanjutnya, ia juga merasa tidak pernah memberikan pejelasan terkait 7 pernyataan tersebut, sehingga ia memastikan ada pihak-pihak yang sengaja membagikan selebaran tersebut saat ia hadir di Mapolda Kepri.

“Saya pastikan itu bukan dari kami Gagak Hitam, selebaran tersebut dibagikan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,” jelasnya.

Justru, kata Udin Pelor, ia hadir untuk memberikan dukungan moril ke Dir Krimum Polda Kepri agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara cepat, karena berpeluang menjadikan Kepri dan Batam khususnya tidak kondusif.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Andi Muchtar mengatakan bahwa beredarnya selebaran tersebut telah membuat resah warga NTT yang ada di Batam, namun demikian ia terus berupaya menenangkan warganya dan hari ini kemudian mendapatkan penjelasan.

“Saya berharap bahwa kedepan kalau ada hal-hal terkait dengan masyarakat NTT bisa dikoordinasikan dan crosschek sebelum mengambil langkah-langkah di lapangan,” imbaunya.

Harapan dan cita-cita menjaga Kepri tetap kondusif juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Indonesia Timur lainnya, diantaranya Pendiri Perkit drh Syamsu, Modi Timisela, Faizal Ola, Ketua IKBM Kota Batam Adv C Lucas Esong dan lainnya.

Pertemuan silaturahmi ditutup dengan foto bersama dan saling bersalaman satu sama lain.

Journalist Madya

banner 336x280