Sinergi Perindag Jabar  Dan Penambang Emas Leuwi Liang Bogor Dari Tambang Ke Kehidupan Rakyat

banner 468x60

BUSEREKSPOSE.COM//Bogor / Leuwi Liang, [16 Juni 2026] –
Di depan dinding hijau sederhana yang menjadi latar belakang kebersamaan, enam pria berdiri berdampingan — tiga dari kalangan penambang emas lokal (mewakili 4 kelurahan penambang lokal sekitar Leuwi Liang Bogor) dan tiga perwakilan Perindag Jabar termasuk ketua Perindag Jabar Kohan — semuanya tersenyum lebar, memberi jempol sebagai simbol kesepakatan dan semangat kolaborasi.

banner 336x280

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah langkah nyata Perindag Jawa Barat, dipimpin langsung oleh Ketua Terpilih, Kohan, bersama sejumlah pengurus inti, untuk menyentuh akar permasalahan masyarakat di wilayah tambang tradisional: Leuwi Liang, Bogor.

🎯 Agenda Utama Pertemuan:

1. Pembahasan Kebutuhan Bahan Tambang bagi Penambang Lokal
Para penambang menyampaikan kondisi lapangan:
– Mereka masih menggunakan alat dan bahan kimia tradisional yang kurang efisien dan berisiko tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan.
– Akses terhadap peralatan modern seperti pompa air tekanan tinggi, saringan pasir halus, dan reagen pemisah emas ramah lingkungan sangat terbatas.
– Biaya operasional naik, tapi harga jual emas fluktuatif — membuat mereka sulit berkembang.

Menanggapi hal itu, Perindag Jabar berkomitmen menyediakan bantuan bahan-bahan tambang esensial, termasuk:
– Pompa air mini & selang tahan korosi
– Saringan mikro & karung filter
– Reagen pemisah emas seperti sianida dan mercury sebagai bahan utama dalam penambangan.

“Kami tidak datang hanya untuk memberi, tapi untuk memberdayakan. Biar kalian bisa menambang lebih aman, lebih efisien, dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Kohan saat membuka diskusi.

2. Isu Kritis: 4 Kelurahan Butuh Air Bersih untuk Konsumsi Rumah Tangga
Selain soal tambang, pertemuan juga mengungkap masalah mendesak lainnya: empat kelurahan di sekitar Leuwi Liang mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Air bor yang selama ini dimanfaatkan telah tercemar akibat aktivitas tambang dan limbah domestik. Warga harus membeli air tangki dengan harga mahal, atau mengandalkan sumur dangkal yang sering kering di musim kemarau.

Perindag Jabar merespons dengan komitmen:
– Akan memfasilitasi koordinasi dengan partai yang membidangi masalah sosial untuk penyambungan jaringan pipa air bersih.
– Menyusun proposal bersama untuk bantuan pembangunan sumur bor atau instalasi saluran air bersih serta filtrasi sederhana untuk 4 kelurahan tersebut.

“Emas boleh dicari di bawah tanah, tapi kehidupan harus dijaga di atas tanah. Air bersih adalah hak dasar warga — dan kita wajib pastikan mereka mendapatkannya,” tegas salah satu pengurus.

3. Rencana Kolaborasi Jangka Pendek & Panjang
Disepakati beberapa aksi nyata:
– Minggu Depan: Tim teknis Perindag akan turun ke lokasi untuk survei kebutuhan bahan tambang dan titik pemasangan sumur bor.
– Bulan Depan: Penyaluran tahap I bahan tambang + pelatihan buat para penambang lokal.
– Triwulan II 2026: dibicarakan langkah nyata mengatasi kebutuhan air bersih di salah satu kelurahan prioritas.
– Jangka Panjang: Pembentukan “Kelompok Usaha Tambang Berkelanjutan” yang dikelola bersama Perindag, dengan sistem bagi hasil transparan dan reinvestasi untuk komunitas.

4. Penjalinan Jaringan & Komunikasi Berkelanjutan
Dibentuk grup WhatsApp khusus “Penambang Leuwi Liang x Perindag Jabar” untuk komunikasi cepat, update distribusi bahan, dan laporan kondisi lapangan. Setiap kepala dusun/kelurahan akan menjadi koordinator lokal.

💬 Suasana Pertemuan:
Suasana sangat cair dan penuh rasa saling percaya. *Para penambang tampak lega dan bersyukur — karena akhirnya ada organisasi yang mau mendengar dan bertindak, bukan hanya berbicara*. Foto bersama di akhir pertemuan menjadi simbol persatuan antara pelaku usaha mikro di tingkat akar rumput dengan organisasi yang siap mendampingi mereka naik kelas — bahkan menyelamatkan nyawa melalui akses air bersih.

✨ Kesimpulan & Komitmen Bersama:
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting:
– Perindag Jabar akan jadi jembatan antara penambang emas lokal dengan teknologi, regulasi, dan pasar.
– Bantuan bahan tambang segera direalisasikan
– Proyek air bersih untuk 4 kelurahan masuk agenda Perindag
– Dibentuk tim kecil untuk menyusun proposal bantuan infrastruktur dan pelatihan.

Dengan sinergi seperti ini, Leuwi Liang tidak lagi hanya dikenal sebagai “daerah tambang”, tapi bisa menjadi model desa mandiri yang menyeimbangkan ekonomi, ekologi, dan kesejahteraan rakyat.

 

RED

banner 336x280