Orang Tua Murid SLB Ucapkan Terima Kasih kepada Kapolres Bangka Barat atas Penyelesaian Kasus Penganiayaan Anaknya

banner 468x60

buserekspose.com//*Sebelumnya, siswa SD SLB di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, berinisial AH, diduga menjadi korban penganiayaan. Melihat kondisi buah hatinya penuh lebam dan memar, sang ibu, AR melaporkan peristiwa itu ke polisi. Peristiwa yang menimpa AH itu terjadi, Selasa (30/5). Sementara kasusnya dilaporkan, Rabu (31/5) ke unit PPA Sat Reskrim Polres Bangka Barat.

Kasus ini menggegerkan masyarakat setempat ketika awalnya diketahui bahwa seorang murid SLB menjadi korban penganiayaan di lingkungan sekolahnya. Kepolisian Kabupaten Bangka Barat segera merespon laporan tersebut dan melakukan penyelidikan yang intensif.

banner 336x280

Kanit PPA Satreskrim Polres Babar Ipda Riki Abprizon seizin Kasat Reskrim AKP Ogan Arif Teguh Imani mengatakan tim penyidik akhirnya berhasil mengungkap fakta yang sejelas-jelasnya. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku penganiayaan bukanlah seorang guru, seperti yang diduga sebelumnya. Namun, pelaku penganiayaan ternyata adalah teman sekelas korban. Senin (21/08/2023)

“Orang tua murid yang terlibat dalam kasus ini tidak hanya merasakan kelegaan karena pelaku berhasil diidentifikasi, tetapi juga merasa terharu oleh profesionalisme dan komitmen Sat Reskrim Polres Bangka Barat dalam menangani kasus ini. Mereka secara terbuka menyatakan rasa terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian.” Tutur Ipda Riki

Namun, keluarga korban memutuskan untuk tidak melanjutkan perkara ini dan memilih melalui jalur mediasi atau kekeluargaan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan mendalam guna menjaga hubungan harmonis antara siswa-siswa sekolah, keluarga, serta pihak sekolah.

Dalam situasi di mana tindakan keras seperti ini menjadi perhatian utama, keputusan orang tua murid ini juga mengundang pemikiran lebih lanjut tentang pendekatan yang positif dalam menyelesaikan konflik di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan ini Orang tua korban mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Bangka Barat bersama seluruh jajaran yang telah berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang menimpa anak mereka.

“Saya berterima kasih sekali kepada Kapolres Bangka Barat dan Sat Reskrim beserta tim unit IV PPA Polres Bangka Barat yang telah mengungkap kasus anak saya dalam kasus itu diduga penganiayaan dan telah terungkap dengan jelas dan seterang terangnya, dan saya ucapkan terima kasih dari pihak sekolah dan guru yang telah membantu pihak kepolisian” tutur orang tua korban

Meskipun pelaku penganiayaan telah terungkap, pengalaman ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya edukasi dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebersamaan, empati, serta pentingnya menjaga lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi semua siswa.

Dengan berakhirnya kasus ini, harapannya adalah bahwa masyarakat, sekolah, dan pihak yang diciptakannya dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi.

( J indo )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *