BUSEREKSPOSE. COM // – Jambi – 18 Agustus 2026, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi Dody Candra angkat bicara terkait keresahan yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja baru baru ini , bahkan pada saat selesai upacara memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 terjadi di Kota Jambi , para pelajaran bukan memahami makna Kemerdekaan perjuangan para penjajah agar hidup merdeka, aman damai dan makmur . Fakta di lapangan pahit. Yang sering bikin resah di jalanan malam hari bukan preman. Bukan penjahat. Tapi mereka adalah pelajar .
Anak SMP. Anak SMA. Anak SMK. Usia 13 – 18 tahun.
Yang harusnya di rumah belajar, malah nongkrong. Yang harusnya pegang buku, malah pegang gas motor. Balap liar. Knalpot brong. Tawuran. Bikin macet. Bikin takut warga.
*INI TANGGUNG JAWAB BERSAMA!*
Kepada para orang tua untuk : *AWASI JAM KELUAR MASUK ANAK* Lewat jam 22.00 wajib sudah di rumah.
*JANGAN KASIH KUNCI MOTOR* Kalau belum punya SIM. Itu bukan hadiah, itu bom waktu.
*CEK HP & TEMAN ANAK* Tau dia main sama siapa. Jangan sampai salah pergaulan.
*JADILAH TELADAN* Anak meniru apa yang dilihat di rumah.
Jangan sampai menyesal setelah anak ditangkap, motor disita 2 minggu, dan kena tilang.
Kepada masyarakat
Jangan diam , Lihat ada kerumunan remaja dan motor di jam malam? Laporkan ke RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau Call Center *110*.
Jangan biarkan berkata “Ah anak-anak” itu kalimat yang bikin mereka makin berani.
Jadi mata dan telinga aparat Keamanan lingkungan dimulai dari kita sendiri.
Polisi dan TNI tidak akan memberi ruang untuk aksi berandalan motor. Razia KRYD akan terus jalan. Yang terjaring akan dibina, dipanggil orang tuanya, dan motor ditahan sebagai efek jera.
*INGAT!*
Mereka bukan penjahat.g Mereka korban pergaulan dan kurang pengawasan.
Selamatkan mereka sebelum terlambat
*”JAGA ANAK KITA. JAGA JALAN KITA. JAGA KOTA JAMBI KITA.”*
Bersama Orang Tua, Masyarakat, TNI-Polri.
Kita Wujudkan Kota Jambi Aman dan Kondusif
Terkadang Posisi disalahkan jika ditindak tegas , padahal Polisi terus memberikan himbauan bahkan sosialisasi disetiap sekolah untuk membina para pelajar, saat ini peran orang tua , pihak sekolah dan lingkungan masyarakat untuk ” Peduli dan Awasi ” anak anak mereka karena jika sinergi terjadi maka hal terkait kenakalan remaja bisa di minimalisir , persatakan karena mereka butuh perhatian ” tegas Dody (17/08/2026)














