Polisi Ungkap Kematian Siswa SMK di Kalirejo Lampung Tengah 

banner 468x60

 

Buserekspose.com|| Lampung Tengah Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah, Polda Lampung berhasil mengungkap tewasnya MA (16) siswa SMK saat ikuti ekstrakulikuler pencak silat.

banner 336x280

Hasil penyidikan Satreskrim Polres Lampung Tengah, Polda Lampung, MA tewas akibat pukulan oknum pelatih pencak silat di sekolahnya, sebuah SMK di Kalirejo, Lampung Tengah.

Satreskrim Polres Lampung Tengah, Polda Lampung menyimpulkan MA tewas akibat luka dalam dari pukulan oknum pelatih tersebut.

Pukulan di perut menyebabkan timbul peradangan yang berujung infeksi hingga menewaskan korban.

Sejauh ini proses penyelidikan dari Polres Lampung Tengah sampai di tahap memeriksa saksi, dan penetapan tersangka. Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mengatakan pihaknya sudah memeriksa 10 saksi.

Peran 10 saksi tersebut adalah selaku rekan dan para pelatih pencak silat yang diikuti oleh korban MA (16). Sementara pihak kepolisian juga telah menetapkan satu orang tersangka.

“Kita amankan satu tersangka inisial A selaku oknum pelatih pencak silat yang menewaskan anak korban,” katanya kepada Buser Ekpose, Kamis (8/6/2023).

Untuk memperkuat hasil penyelidikan, dilakukan otopsi dari tim forensik RS Bhayangkara, Polda Lampung Otopsi dilakukan setelah 4 hari usai pemakaman anak korban.

Proses ekshumasi sendiri dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai pukul 13.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Gebang, Pesawaran,” katanya

“Hari ini saya dan jajaran Reskrim mendampingi Tim Forensik melakukan ekshumasi dan otopsi di Gebang, Pesawaran,” kata Edi Qorinas.

Edi mengatakan dari sejumlah luka yang ada, proses pemeriksaan menyoroti luka perut korban

Dugaan sementara tersangka A melakukan pemukulan pada korban menggunakan siku.

Pukulan yang terlalu kuat menimbulkan luka dalam pada perut korban.

Semua luka yang ada pada korban baik di kepala sampai kemaluan bersumber dari perut.

“Ada dugaan penanganan yang terlambat membuat peradangan makin parah hingga akhirnya merenggut nyawa korban,” katanya.

Kasat Reskrim menambahkan untuk lebih jelasnya tim penyidik akan menunggu hasil otopsi dari tim forensik.

Hasil Patologi Anatomi (PA) akan menguak fakta yang sebenarnya.

“Hasil PA kemungkinan didapat minggu depan,” tutupnya.

“Kita terapkan scientofic crime investigation, dan proses penyelidikan terus berjalan,” tutupnya.

 

( Buser Ekpose || Harry Irawan )

banner 336x280