BUSEREKSPOSE. COM // – Pada September 2026,
Sumatera Selatan, Herman Deru, merespons tudingan Gubernur Jambi, Al Haris, mengenai dugaan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayahnya yang menyebar hingga ke provinsi tetangga. Herman Deru mempertanyakan dasar klaim tersebut karena menurutnya arah dan asal-usul asap sulit dibuktikan secara pasti.
”Saya pikir, susah saya menanggapinya. Kawan-kawan saya yang ngomong. Bagaimana menuduhnya asap dari Sumsel. Ada BG-nya (pelat kendaraan) apa, BG sekian asapnya,” ujar Herman Deru, Rabu (16/09/2026).
Meskipun demikian, Herman Deru menegaskan bahwa penanganan karhutla di Sumsel terus diupayakan secara masif melalui jalur darat maupun satgas udara oleh gabungan Pemda, TNI, dan Polri. Ia juga meminta partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru sembari menunggu datangnya musim hujan yang diperkirakan mulai November mendatang.
Untuk mendukung operasional pencegahan dan pemadaman, Pemprov Sumsel menyalurkan anggaran serta membuka pendaftaran relawan:
Bantuan Presiden (Banpres): Dana sebesar Rp30 miliar disiapkan sesuai juknis untuk pengadaan peralatan pencegahan melalui mekanisme tender.
Perekrutan Relawan: Masyarakat dapat mendaftar sebagai relawan pemadam di BPBD kabupaten/kota masing-masing.
Insentif Relawan: Para relawan akan diberikan insentif atau “uang semangat” sebesar Rp150.000 per hari sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka.
Senada dengan Gubernur, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyampaikan bahwa secara teknis sulit untuk memastikan apakah asap yang dirasakan di provinsi tetangga, Malaysia, atau Singapura berasal dari Sumsel. Menurutnya, pemantauan titik panas (hotspot) menunjukkan bahwa karhutla juga terjadi di wilayah lain seperti Jambi dan Riau.
(Tim FRIC)




















