BUSEREKSPOSE. COM // –
*JAKARTA -*02 Oktober 2026, Di tengah harapan besar akan penegakan hukum yang tajam dan Presisi, ada satu hal yang tak boleh dilupakan. Kesejahteraan anggota di lapangan. Hal inilah yang disuarakan lantang oleh *Dewan Pimpinan Pusat dan DPW Fast Respon Indonesia Center (FRIC) se-Indonesia* kepada Kapolri yang baru.(02/10/2026)
Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi menegaskan, Polri yang kuat bukan hanya karena senjatanya, tapi karena sejahtera anggotanya.
“Bapak Kapolri yang baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto kami dari FRIC melihat langsung di lapangan. Anggota Polri kita, terutama Bintara dan Tamtama di Polsek-Polsek terpencil, di pelosok Jambi, di perbatasan, mereka bekerja siang malam tanpa mengenal waktu. Hujan kehujanan, panas kepanasan, menghadapi bandar narkoba, menghadapi tambang ilegal, menghadapi komplain masyarakat. Tapi tunjangan kinerja (Tunkin) dan kesejahteraan mereka masih sangat memprihatinkan,” tegas Ketua FRIC Jambi.
*FRIC CATAT 3 POIN PENTING UNTUK KAPOLRI BARU TERKAIT TUNKIN:*
*1. NAIKKAN TUNKIN ANGGOTA POLRI, SETARAKAN DENGAN INSTANSI LAIN*
Jangan sampai anggota Polri yang mempertaruhkan nyawa, Tunkinnya kalah jauh dengan instansi lain yang risikonya tidak sebesar Polri. Anggota Polri adalah garda terdepan negara. Sudah selayaknya Tunkin mereka diperhatikan, dinaikkan, dan dibayarkan tepat waktu tanpa potongan yang tidak jelas.
*2. PERHATIKAN KESEJAHTERAAN BHABINKAMTIBMAS DAN ANGGOTA POLSEK*
Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri Presisi. Merekalah yang tidur di desa, yang menyelesaikan masalah warga dari sengketa tanah sampai masalah rumah tangga. Tapi anggaran operasionalnya minim, motor dinasnya tua, bahkan sering pakai uang pribadi untuk bensin.
Mohon Bapak Kapolri baru, perhatikan mereka. Berikan operasional yang layak, rumah dinas yang layak, dan jaminan kesehatan untuk keluarga mereka.
*3. JAMINAN MASA DEPAN DAN PENDIDIKAN ANAK ANGGOTA*
Banyak anggota Polri yang gugur di lapangan saat berantas narkoba dan tambang ilegal. Siapa yang menjamin masa depan anak istrinya? FRIC berharap Kapolri baru memberikan atensi khusus berupa beasiswa pendidikan sampai sarjana bagi anak anggota Polri yang gugur dan yang berprestasi, serta kemudahan jenjang karir yang transparan tanpa jual beli jabatan.
“Bagaimana Polri mau Presisi jika perut anggotanya masih keroncongan? Bagaimana mau melayani masyarakat dengan humanis jika anggota masih pusing memikirkan cicilan rumah dan biaya sekolah anak? Sejahterakan dulu anggotanya, maka Polri akan dicintai rakyat dengan sendirinya,” tambah Ketua FRIC.
FRIC menilai, selama ini anggota Polri sudah sangat luar biasa loyal kepada institusi. Kini saatnya institusi hadir membalas loyalitas itu dengan kesejahteraan yang nyata.
Tunkin bukan sekadar angka, tapi bentuk penghargaan negara atas pengabdian anggota Polri yang taruhan nyawa setiap hari me.
(Tim FRIC)














